Wednesday, May 2, 2018

Cara Pemijahan Ikan lele sukses

1. Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Mudah Untuk Pemula

diposkan oleh : Mualim 
http://budidayaperawatan.blogspot.co.id/2015/06/cara-pemijahan-ikan-lele-dengan-mudah-untuk-pemula.html
Selamat pagi mitra budidaya, artikel kali ini masih membahas tentang seputar budidaya ikan lele. Dan kali ini saya akan membahas tentang Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Mudah Untuk Pemula, tentunya cara ini sangat penting dalam hal budidaya ikan lele konvensional ataupun organik karena keduanya memerlukan bibit. Pada zaman moderen ini memang permintaan ikan lele untuk dikonsumsi semakin meningkat, dengan itu banyak para wirausahawan berbondong-bodong untuk mencoba bisnis yang menjanjikan tersebut. Budidaya ikan lele menjadi trend di penghujung tahun 2015 ini. Mulai dari ikan lele jenis sangkuriang, dumbo menjadi jenis ikan lele yang banyak kita temui dipasaran.
Indukan Lele Siap Untuk Pemijahan

Banyaknya para pembudidaya ikan lele akan menjadikan mudahnya kita para pemula untuk mendapatkan benih ikan lele, namun hal itu seharusnya tidak boleh kita pandang sebelah mata. Disini saya akan memberikan ulasan tentang cara pemijahan ikan lele. Akan kita jelaskan secara lengkap dan berurutan perkawinan sampai dengan tahap penetasan telur sehingga menjadi bintik-bintik yang akan kita sebut sebagai benih ikan lele.

Perkembang Biakan Pada Ikan Lele

Ikan lele yang hidup dihabitat asalnya (alam bebas) sangat menyukai air yang mengalir seperti air sungai, ikan jenis ini sangat menyukai hal itu karena didalamnya tersedia banyak makanan yang akan membuat ikan lele mudah untuk mengalami proses pertumbuhan dan perkembang biakan. Dan ikan lele akan melakukan perkembangbiakan dimusim hujan, dengan turunnya hujan akan memperbesar arus pada sungai dan hal itu akan memancing munculnya mikroorganisme dari tanah yang akan menjadi makanan alami yang sangat digemari ikan air tawar jenis ini. Sedangkan diwaktu musim kemarau, juga akan banyak muncul binatang kecil yang beraktifitas dipinggir sungai dan tentunya juga makanan empuk buat si ikan berkumis ini.

Dimusim hujan, tanah disekitaran sungai akan tersiram oleh air hujan, dengan adanya hujan turun berhari-hari tanah akan menjadi empuk dan menimbulkan bau menyengat dan sangat disukai oleh ikan lele. Dengan bau tanah itu lele akan semakin matang untuk bersiap melakukan pemijahan. Perkembangbiakan ikan lele adalah dengan jenis ovipar, jadi ikan lele ini akan melakukan pembuahan diluar tubuhnya. Seekor pejantan ikan lele yang siap untuk melakukan pemijahan akan mencari sendiri induk ikan lele yang juga bersiap untuk melakukan pemijahan. Jika mereka sudah menemukan pasangannya, kedua lele ini akan melakukan perkawinan hingga menunggu telur menetas, karena lele sangat setia terhadap pasangannya. Kedua indukan ini akan menjaga telur dari serangan binatang lain yang keberadaanya akan berbahaya untuk telur mereka.

Teknik Pemijahan Ikan Lele

Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang bagaimana lele melakukan pemijahan secara alamai di alam bebas, dan kali ini saya akan memberikan penjelasan bagaimana teknik pemijahan lele yang sudah dilakukan oleh para pengusahan budidaya ikan lele yang telah sukses.

Pada dasarnya cara pemijahan lele hanya ada dua motode yaitu pemijahan ikan lele secara alami/konvensional dan pemijahan ikan lele csecara buatan (bisa disebut semi-sensitif). Pada jaman dahulu mitra budidaya menggunakan teknik pemijahan ikan lele secara alami dan cara ini cukup berhasil, dan i era yang modern ini para pakar dan para ahli perikanan melakukan penelitian tentang teknik pemijahan ikan lele secara buatan, dan hasilnya cara tersebut juga berhasil diterapkan iunia perikanan. Dan berikut adalah beberapa teknik pemijahan ikan lele yang sering digunakan dinegara kita.

Teknik Pemijahan Ikan Lele Secara Alami

Berkembang biak merupakan salah satu dari ciri mahluk hidup, dan mereka akan mempunyai naluri untuk berkembang biak dengan sendiri tanpa pelatihan khusus oleh manusia. Ikan lele jika sudah waktunya untuk melakukan pemijahan, adanya indukan dan pejantan, serta tempat yang memadai dan memberikan kenyamanan untuk pemijahan.
Pemijahan Ikan lele Secara Alami
Jadi tugas kita sebagai manusia hanyalah menyediakan media dan sarana supaya lele nyaman melakukan pemijahan. Maksudnya jika ikan lele jantan dan betina sudah siap melakukan pemijahan, cukup umur, dan gonad maka pasangkan mereka dikolah khusus untuk pemijahan. Dan naluri binatang untuk berkembang biak dimulai disini, antara indukan yang keduanya sedang memasuki gonad akan melakukan pemijahan secara alami. Dan cara ini memang sampai sekarang menjadi cara utama sebagai teknik pemijahan ikan lele, karena cara ini tidak bercampur dengan bahan kimia mulai dari perangsang dan penetasan telur akan normal dan menjadikan benih unggul.
Teknik Pemijahan Ikan Lele Buatan
Memasaki canggihnya jaman teknologi ini diikuti dengan kemajuan perikanan dan pertanian yang ada dinegara kita, sehingga banyak para ahli melakukan penelitian tentang pemijahan ikan lele secara buatan, pemijahan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon kepada induk betina lele agar memasuki waktu gonad (kematangan) yang bertujuan untuk memaksa induk bertelur. Cara pemijahan ikan lele ini memang lebih maksimal mengenai jumlah benih yang akan dihasilkan, akan lebih banyak karena hormon yang dimasukkan pada lele betina akan membuat jumlah telur yang dihasilkan semakin banyak.
Pemijahan Ikan lele Secara Buatan

Jenis pemijahan ini yang paling banyak digunakan dilingkungan masyarakat kita dalah dengan cara memberi hormon pada induk jantan & bentina dengan cara disuntikkan dipunggung kanan dan kiri. Zat ovaprim yang akan digunakan untuk merangsang hormon pada indukan ikan lele yang akan dipijahkan, hal itu tentunya agar membuat kedua indukan semakin matang dan siap untuk memulai pemijahan. Ovaprim adalah zat yang paling banyak digunakan, karena bahan ini terbukti tidak membahayakan untuk kelangsungan hidup ikan lele yang akan dipijahkan.

Setelah melewati masa penyuntikan kedua indukan dimasukkan kolam yang sama, dengan kondisi kolam air jernih yang mengalir, dan lele akan melakukan pemijahan secara alami (ovipar). Pembuahan juga dilakukan sama seperti pemijahan secara alami yaitu dengan dilakukan diluar tubuhnya.

Selain itu pada pemijahan buatan ini bisa juga dengan cara menyuntikkan hipofisa, memang cara ini tidak semudah seperti pemijahan secara buatan dengan menyuntikkan hormon yang berguna mematangkan sang indek. Mengapa demikian, karena pemijahan buatan dengan menyuntikkan hipofisa memerlukan obyek (ikan lain) untuk diambil kelenjar hipofisanya. Dan tidak semudah itu, obyek yang akan diambil hipofisanya harus memiliki ukuran,bobot,umur yang sama. Cara pemijahan ikan lele ini juga bertujuan sama seperti suntik hormon sebagai perangsang, yaitu merangsang agar sel telur pada induk lele tumbuh lebih cepat dan siap untuk pemijahan. Bukan hanya itu, penyuntikan juga harus dilakukan dengan secara hati-hati dan teliti, takaran yang akan disuntikka juga harus disesuakan dengan induk lele yang akan disuntik.

Selanjutnya saya akan mengulas sedikit tentang pemijahan buatan selanjutnya, pemijahan buatan yang ke 3 adalah dengan cara in vitro, cara ini bisa dilakukan disaat induk lele sedang memasuki kematangan gonad, dan sang induk akan diambil sel telurnya dengan melakukan pengeluaran manual, resiko kematian induk betina juga lebih besar. Selanjutnya kantung sperma indukan pejantan juga akan diambil, tentunya si induk jantan akan mati, dan antara sel telur dan sperma pejantan akan dicampurkan dalam suatu wadah untuk proses pembuahan, pembuahan oleh manusia ini bertujuan untuk memaksimalkan bakalan benih yang akan dihasilkan dari pemijahan dengan cara in vitro ini.
Dari tiga cara dan proses pemijahan secara buatan sudah dilakukan penelitian dan sudah diujikan, jadi saya hanya membagikan kepada Anda agar setidaknya mengetauhui cara pemijahan buatan yang populer dikalangan para pembudidaya lele.
Cara Memilih Indukan Yang Bagus Untuk Pemijahan Ikan Lele
Memang ini adalah yang terpenting yang harus kita lakukan sebelum melakukan pemijahan, dan kita harus mengerti tentang nilai/kualitas indukan yang akan kita masukkan kedalam kolam pemijahan. Jika kita menginginkan benih unggul, tentunya jangan asal-asalan untuk memilih indukan yang akan kita pijahkan. Sang induk harus sudah cukup umur, matang gonad dan siap untuk proses pemijahan. Jika Anda belum mengetahui jenis kelamin pada ikan lele coba perhatikan gambar dibawah ini. Pada gambar lele jantan memiliki tonjolan kecil yang memanjang, dan itu adalah lubang kelamin pada lele jantan yang letaknya disebelah sirip bawah, sedangkan indukan betina tidak memiliki tonjolan seperti pada lele jantan (rata).
Alat Kelamin Pada Ikan Lele

Jika Anda salah memilih indukan yang berkualitas, maka hal itu akan mempengaruhi kelangsungan hidup sang benih, dari mulai susah untuk tumbuh dewasa (lama tumbuhnya) dan hingga mengalami kematian. Dan 1 ekor ikan lele betina ini sanggup menghasilkan sekitar 50.000 sampai dengan 100.000 telur yang akan menetas, jadi jumlah sebanyak ini tentunya sangat disayangkan jika tidak dihasilkan oleh indukan super yang unggul.

Ciri-Ciri Indukan Ikan Lele Unggul Untuk Pemijahan
Perawatan dan Pemilihan Indukan Ikan Lele Yang Akan Dipijahkan
  1. Usia induk harus memasuki 1 sampi dengan 2 tahun
  2. Bobot Induk jantan dan betina minimal 1kg bahkan lebih
  3. Indukan yang aktif bergerak (tidak diam mulu)
  4. Warna tubuh lele merah mengkilap (merupakan tanda ikan lele yang gemuk dan sehat)
  5. Indukan tidak cacat diseluruh tubuhnya.
  6. Tidak telat dalam proses pertumbuhan (saat pembesaran tidak ketinggalan oleh saudaranya).
Ciri-Ciri Indukan Ikan Lele Yang Matang Gonad/Kelamin

  1. Pada lele jantan kelamin akan membesar dan warnanya akan berubah menjadi kemerahan disertai bintik putih.
  2. Pada lele betina lubang kelamin akan mengalami pembesaran dan berwarna kemerahan.
  3. Pada lele betina, jika di urut (dari perut ke anus) akan mengeluarkan sel telur.
  4. Pada lele betina, bagian perut akan membesar (pengisian sel telur) dan terasa empuk jika dipegang.
Indukan ikan lele yang bagus juga berasal dari nenek moyangnya yang bagus. Jadi pastikan bahwa peternak lele tempat kita membeli ikan lele sudah jelas genetik dan asal - usulnya. Untuk info peternak, bisa coba kita cari di Balai Benih Ikan setempat. Sekarang kita masuk pembahasan utama, tentang cara pemijahan / mengawinkan indukan lele.

Bagus tidaknya indukan lele yang kita pilih juga tergantung pada nenek moyangnya, karena didalam ilmu perkawinan ketururan akan dihasilkan terus-menerus, jadi kita harus mengetahui genetik asal yang jelas dari indukan yang kita pilih untuk kita pijahkan. Dan informasi tersebut dapat kita tanyakan ditempat kita membeli benih indukan dulunya, setelah kita mengetahui ciri-ciri indukan ikan lele yang unggul selanjtnya yang harus kita tahu adalah tentang cara pemijahan ikan lele / mengawinkan ikan lele.

Cara Pemijahan Ikan Lele
Cara pemijahan tradisional ini tentunya juga akan menghemat biaya untuk menyiapkan segala sesuatunya. Dan cara ini merupakan cara utama untuk pemijahan ikan lele, baik dipedesaan atau diperkotaan. Cukup lahan sempit untuk dibuatkan sebuah kolam yang kita miliki sudah dapat dilakukan proses pemijahan ikan lele. Tahap-tahap pemijahan ikan lele yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

Perawatan Untuk Induk Lele Yang Akan Dipijahkan

Sebagai calon induk yang akan kita pijahkan, harus dilakukan perawatan dan pengkondisian yang bagus agar induk lele selalu fit dan sehat. Caranya cukup mudah indukan lele jantan dan betina harus kita pisahkan terlebih dahulu dalam masa perawatan ini. Jadi kita membutuhkan 2 kolam untuk kedua indukan tersebut, dengan ukuran yang cukup minimalis yaitu 2 meter persegi per 2kg bobot lele. Pada masa ini kolam harus dokondisan dan diberi surkulasi keluar masuknya air, cukup selang pembuangan dan dialiri sedikit percikan air.
Perawatan Induk Ikan Lele Sebelum Pemijahan

Polah makanan pada saat menjalani peratwan juga lebih banyak daripada biasanya, sisa makanan rumah tangga bisa saja kita masukkan dedalam kolam, karna lele besar ini akan memangsa apapun untuk memenuhi gizinya. Para peternak lele biasa memberi makan ayam tire/ayam mati untuk mempercepat proses lele akan fit dan matang konad. Jadi untuk saat perawatan ini tidak perlu hanya memberikan makan pelet saja, binatang kecil dilungkungan hidup anda juga menjadi pakan alami yang empuk untuk para lele besar ini, seperti katak,tikus,belalang, dll.

Masa ini tidak usah lama-lama cukup minimal 1 bulan dengan masa seperti ini, pola makan dan sirkulasi air yang baik akan mempercepat lele supaya menjadi sehat dan fit, jika lele sudah fit masa kematangan konad sudah terlihat, dan indukan lele akan siap dipertemakan dengan pasangannya dikolam dengan air jernih dan adanya sirkulasi pembuangan air dan sedikit percikan pengairan.

Cara Membuat Kolam Pemijahan dan Penetasan Benih Ikan lele

Pada tahap ini sama persis seperti pembuatan pada kolam pembesaran lele, namun kolam pemijahan dan penetasan ini lebih minimalis, hanya dengan ukuran 2 m² dan ketinggian air 60cm sepasang ikan lele ini sudah meu untuk melakukan pemijahan. Kolam yang kita gunakan sebaiknya adalah kolam berjenis terpal, pada pembuatan kolam terpal akan menghemat biaya yang akan dikeluarkan, karena kolam ini bisa digunakan hanya dengan membuat tanggul/senderan kayu atau bambu untuk menopang terpal yang diisi air. Tetapi hal ini adalah yang nomor sekian, yang paling utama adalah kolam terpal meminimalisir terjadinya luka pada kedua indukan yang sedang melakukan pemijahan.
Saat pemijahan akan terjadi aksi kejar kerjaran semalaman, induk jantan akan mengejar betina dalam proses ini, jika kolam terbuat dari bahan yang keras maka lele akan terluka parah dan akhirnya dapat menimbulkan kematian. Sediakan tutup yang rapat untuk kolam ini, karena setelah sepasang indukan dilepas, kolam harus ditutup rapat karena pada masa ini akan terjadi kejar kejaran hinggu lompat-lompatan. Setelah kolam selasai dibuat diamkan dan keringkan kolam kurang 2 hari, agar saat disisi air baru ikan lele akan merasa nyaman dan memancing birahi pada sepasang indukan ini.
Kolam Pemijahan Ikan Lele

Selanjutnya kita perlu membuat kakaban, kakaban nanti akan berfungsi agar telur yang menempel dapat dipindahkan pada kolampenetasan, dan merupakan sebutan sebagai tempat menempelnya telur-telur yang telah dikeluarkan induk betina dan telah dibuahi induk jantan. Kakaban ini bisa kita buat dari ijuk, ijuk kita ikatkan dibambu sehingga tertata rapi. Setelah itu masukkan ijuk yang telah ditata tersebut kedalam kolam, dan supaya tenggelam kita dapat memberi beban penambah seperti batu/bata. Kakaban ini harus tenggelam karena ditujukan agar telur menempel dan tidak berserakan, kakaban paling ideal berjumlah 4 potong berukuran 20cm, karena nantinya telur yang dikeluarkan cukup banyak.

Selain ijuk sebagai kakaban dapat juga dibuat dari paranet, ada para peternak lele berpendapat bahwa ijuk tidak tahan lama dan susah dibersikan, sedangkan paranet lebih tahan lama dan mudah untuk dibersihkan. Keunggulan paranet ini adalah mampu menutupi pangkal kolam dengan merata, pembuatan paranet sebagai kakaban ini dapat disesuaikan dengan panjang dan lebar kolam pemijahan.
Kolam dan Kakaban Ijuk Untuk Penetasan Ikan Lele

Setelah kolam pemijahan dan kakaban selasai kita buat selanjutnya yang harus kita buat adalah kolam penetasan, pembuatan kolam penetasan ini juga sama seperti kolam pemijahan, mengunakan kolam terpal agar lebih mudah dan efisien biaya. Kolam untuk penetasan benih ini bisa kita buat dengan ukuran 3x3 meter dengan ketinggian air mencapai 30cm. Pembuatan kolam penetasan benih ini sebaiknya dibuat ditempat yang tidak terkena sinar matahari (teduh) bisa dibawah podon atau digunatan tutup kolam agar tidak terkena panas mathari.
Kakaban Ijuk Untuk Pemijahan Ikan Lele

Lebih baik jika kolam ini berada didalam rumah/kandang karena benih lele sangat lemah dan rentan dengan kematian, jika terjadi suhu air yang terlalu maka benih benih ini akan mati. Setelah benih menetas diumur 3 hari, kita dapat meberinya makan dengan kuning telur mentah, kenapa setelah 3 hari? Karena setelah menetas benih-benih ini masih membawa bekal makanan dari telur.


Cara Mengawinkan Indukan Lele di Kolam Pemijahan

Setelah kolam pemijahan dan juga kakaban sudah kita buat, selanjutnya diamkan kolam tersebut setidaknya 2 hari, agar kolam steril dan ini tentunya bertujuan untuk memancing birahi indukan yang akan melakukan pemijahan. Selanjtnya tugas kita adalah mengisi air jernih pada kolam  pemijahan, air yang bagus adalah air sumur karena air ini sangat steril dan akan menjadi indukan serasa hidup dialam bebas. Proses pemindahan sepasang indukan kedalam kolam pemijahan ini harus dilakukan dengan hati-hati, secara pelan2 dalam menangkap indukan ini karena hal ini brtujuan mencegah terjadinya stress pada sepasang indukan yang akan kita pijahkan.

Ingat, yang paling bagus melakukan pemijahan ikan lele dalam 1 kolam adalah sepasang, yaitu 1 betina dan 1 pejantan dan keduanya harus sudah matang konad, dan tanda-tanda konad sudah saya sebutkan diatas. Jika kita memasukkan lebih dari itu, maka pasti akan terjadi peperangan antar pejantan, dan pejantan pejantan ini akan sibuk untuk bertarung antar pejantan, bukannya melakukan pembuahan.

Waktu pemindahan sepasang indukan sebaiknya dilakukan disiang atau pagi hari antara jam 09.00-10.00 , itu bertujuan agar suhu air tidak terlalu dingin dan memberikan waktu adaptasi pada sepasang idukan karena proses pemijahan terjadi pada malam hari hingga subuh petang. Pada masa pemijahan ini kolam harus ditutup rapat, bisa digunakan triplek atau media lain yang rata dan tidak melukai sepasang idukan jika terjadi aksi loncatan.

Proses ini terjadi dimalam harisang betina akan mengeluarkan telurnya dan tugas pejantan akan membuahi telur-telur itu, jelas yang kita tahu pembuahan pemijahan ikan lele dilakukan diluar tubuh dan tentunya pasti ada banyak sel telur yang gagal untuk dibuahi sang pejantan, karena jumlahnya tidak sedikit.

Masa pemijahan ini biasanya hanya berlangsung selama satu malam, dari jam 11 malam atau bahkan kurang sampai dengan waktu subuh. Keesokan harinya kita dapat melakukan pengecekan, jika pemijahan berhasil maka pada kakaban (tempat menempelnya telur) akan kita lihat banyaknya telur yang hasil pemijahan berukuran yang sangat kecil. Bila itu terjadi pindahkan sepasang idukan yang telah melakukan pemijahan tersebut agar telur-telur tidak dimakan.

Setelah telur-telur itu menetas, dan sudah berumur antara kurang lebih 1 minggu, pindahkan dikolam penetasan yang berukuran 3x3 tersebut, jangan sampai terkena sinar matahari karena benih lebih rawan kematian jika suhu air tiba-tiba berubah. Namun jika kita tidak ingin memindahkan benih –benih tersebut biasa saja, biarkan saja didalam kolam pemijahan tersebut, setelah kiranya sudah tidak rawan mati saat ditangkap pindahkan lah kedalam kolam yang lebih besar.

Catatan : Jika lebih dari 2 malam pemijahan belum juga berhasil, maka segera ganti sepasang idukan tersebut, karena itu bisa saja terjadi karena ketidak cocokan antara sepasang idukan tersebut.

Cara Penetasan dan Perawatan Benih Ikan Lele

Pada masa masa penetasan ini tugas kita adalah memindahkan telur-telur yang menempel pada kakaban, pindahkan kakaban dan telur kedalam kolam penetasan yang telah kita buat tersebut. Kolam yang bagus untuk penetasan adalah berukuran 3x3 dengan ketinggian air 60cm, dan pastikan kakaban yang ditempeli telur-telur tersebut semua tenggelam, tidak boleh ada yang mengambang agar telur lele dapat menetas. Telur telur ini akan menetas dengan jangka waktu hanya 22-36 jam, maka dari itu setelah proses pemijahan selesai pada pagi hari langsung kita pindahkan kakaban tersebut kedalam kolam penetasan.
Proses Penetasan Benih Ikan Lele Hasil Pemijahan

Setelah kita pastikan telur-telur hasil pemijahan ikan lele ini menetas, langsung kita pindahkan kakaban yang ada didalam kolam, hal ini bertujuan agar telur yang tidak menetas tidak membusuk dan mengotori air dalam kolam penetasan. Seletah umur benih ikan lele berumur 3 hari baru kita beri makan seperti jentik nyamuk,cacing sutra, dan kuning telur. Pemberian pakan harus teratur dan jangan sampai kebanyakan sehingga tidak habis, sisa makanan akan membuat air menjadi kotor dan merusak pH air yang jernih untuk benih ikan lele.
Benih-benih Ikan Lele Yang Telah Menetas

Perawatan benih ikan lele didalam kolam penetasan belangsung kurang lebih 2 minggu, sekiranya benih benih ini layak disebut dengan bibit ikan lele, jika sudah memasuki usia 2minggu, benih lele siap untuk dipindahkan kedalam kolam pembesaran, seperti yang saya bahas kemaren cara budidaya dan pembesaran ikan lele ada 2 cara yaitu metode konvensional dan metode organik, simak cara budidaya ikan lele yang lebih baik pada ulasan 

Filter Kolam Ikan Hias

Merancang Filter Kolam Koi Agar Air Kolam Tidak Keruh

https://www.satwapedia.com/merancang-filter-kolam-koi-agar-air-kolam-tidak-keruh/.

Salah satu kunci sukses peternak koi adalah menciptakan lingkungan yang bersih terutama pada bagian kolam dan airnya. Kondisi kolam koi sangat mempengaruhi kehidupan koi. Koi yang memiliki kolam dengan air jernih akan lebih leluasa berenang dan bebas stress, sedangkan yang memiliki air keruh akan sebaliknya. Ada berbagai teknik perawatan yang bisa dilakukan oleh peternak koi, salah satunya menggunakan filter kolam koi.
Air adalah suatu zat yang sulit untuk dijaga. Air yang semula jernih pun kadang dengan cepat akan menjadi keruh jika ada benda yang masuk. Disinilah fungsi dari filter kolam, filter kolam koi dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan air yang jernih seperti kristal dan bebas dari polutan kimia. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghadirkan filter kolam untuk koi Anda. Cara praktis adalah dengan membeli langsung di toko atau dengan membuat sendiri. Membuat sendiri filter kolam ikan tidak sulit jika Anda tahu teknik filterisasi dan elemen penting untuk menciptakan filter kolam yang baik.
filter kolam koi
filter kolam koi

Jenis Filter Kolam Koi Yang Baik

Bagi Anda yang tertarik untuk membuat filter kolam sendiri. Alangkah baiknya memperhatikan teknik filtrasi dan komponen yang diperlukan untuk membuat sistem penyaringan yang sempurna. Menurut beberapa referensi yang saya baca, setidaknya ada 3 jenis teknik filtrasi, yaitu filtrasi biologis, filtrasi mekanis dan filtrasi kimia. Untuk lebih jelasnya saya berikan penjelasan lebih lengkap dibawah ini:
1. Filtrasi Biologis
filtasi biologis
filtasi biologis
Teknik ini diklaim merupakan teknik penyaringan yang paling aman dan tidak membuat ikan koi kita menjadi stres. Pada dasarnya kita akan memanfaatkan bakteri spesifik dan tanaman air sebagai media filter. Bakteri – bakteri  spesifik tersebut dikenal dengan istilah “Biogical Filter Bactery” yang berfungsi untuk memecah bahan kimia polutan / racun (toxic) dari kotoran ikan maupun sisa makanan. Bakteri-bakteri yang digunakan juga tidak hanya satu sesuai tahapan proses filtrasi air. Pada tahap awal, kita akan menggunakan Nitrosomonas yang merupakan nitrifiying bacteria yang memiliki fungsi memecah amonia dari kotoran menjadi nitrit. Pada tahap selanjutnya kita membutuhkan Nitrobacter untuk mengubah nitrit menjadi nitrat. Nitrat ini pada akhirnya akan diserao sebagai sumber makanan tanaman air. Fungsi tanaman air disini sebagai media penyerap nitrat yang pada dasarnya tidak bisa diolah dengan sempurna oleh bio chamber pada proses nitrifikasi air.
Penempatan tanaman air yang tepat pada sistem filtrasi biologis ini adalah pada chamber terakhir sebelum air bersih masuk ke kolam.Untuk jenis tanaman air yang digunakan sebagai filter kolam koi, Anda bisa menggunakan melati air, tifa, daun kupu-kupu maupun enceng gondok.  Untuk enceng gondok mungkin Anda perlu memikirkan jumlahnya juga soalnya enceng gondok itu sifatnya menyerap oksigen dalam air juga.
2. Teknik Filtrasi Mekanis
filtrasi mekanik
filtrasi mekanik
Untuk filter kolam koi yang menggunakan teknik filtrasi mekanis, Anda perlu membuat sebuah sistem yang mampu mengalirkan air dengan beberapa putaran dan pemanfaatan gaya gravitasi. Pada awalnya Anda harus membuat air mengalir melalui ruang terpisah yang bisa membuang partikel padat dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Kemudian bentuk sistem siklon/ unit vortex yang bisa memutar air dan membawa zat padat terperangkap di bagian tengah. Setelah itu siapkan lempengan baffle dan serabut dalam filter Anda, lempengan ini akan memperlambat laju air dan serabut akan berfungsi menyaring air. Contoh beberapa jenis media penyaring air yang dapat digunakan antara lain anyaman serabut, kerikil, pasir, saringan sieve, jap-matt, sikat, dan bahan busa/foam.
3. Teknik Filtrasi Kimia
karbon aktif
karbon aktif
Teknik filtrasi kimia dapat diterapkan dalam membuat filter kolam koi dengan memanfaatkan bahan / material tertentu dalam kolam. Material tersebut nantinya berfungsi untuk menyerap zat-zat berbahaya pada kolam. Anda bisa menggunakan karbon aktif maupun batu ziolite.
Demikian pembahasan mengenai 3 teknik filtrasi yang bisa Anda gunakan untuk membuat sebuah sistem penyaringan / filter kolam koi. Semoga bermanfaat dan membuat peliharaan / usaha budidaya ikan koi Anda lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Artikel terkait : 

Dasar dasar Kolam dan Persiapan sebelum Kolam diisi air dan ikan

PENGOLAHAN DASAR KOLAM DAN PERSIAPAN SEBELUM KOLAM DIISI AIR DAN IKAN

diposkan oleh : Mualim
http://majulah-desaku.blogspot.co.id/2016/12/pengolahan-dasar-kolam-dan-persiapan.html

Pengolahan dasar kolam dan Persiapan Sebelum Kolam diisi Air dan Ikan - Hallo sahabatku, Wow, Sudah Larut Malam Anda Masih Sempat Berkunjung, Terima Kasih! dan selamat berjumpa lagi di blog Aneka Budidaya, Kita jumpa lagi Pada hari ini Rabu, 2 Mei 2018, dengan sebuah artikel yang berjudul Pengolahan dasar kolam dan Persiapan Sebelum Kolam diisi Air dan Ikan, kami telah mempersiapkan sebuah artikel ini sepesial hanya untuk anda untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. Kami berharap isi postingan Artikel budi daya peternakan, yang kami tulis ini bisa anda pahami dengan mudah. Langsung aja yaa...kita mulai, Dan selamat membaca.
Berikut Uraian tentang Pengolahan dasar kolam dan Persiapan Sebelum Kolam diisi Air dan Ikan Yang akan kami jelaskan. Silakan simak.
  gurame, ternak ikan nila, budidaya ikan air tawar, ternak ikan hias, budidaya ikan patin, budidaya ikan mas, ternak ikan lele, budidaya ikan nila di kolam terpal, budidaya ikan nila, budidaya ikan mas, budidaya ikan lele, budidaya ikan  image results, more budidaya ikan images, peluang usaha budidaya ikan indonesia, cached, budi daya ikan  wikipedia bahasa indonesia ensiklopedia bebas, cached, budidaya ikan  video results, more budidaya ikan videos, budidayalelekucom  cara budidaya ternak ikan lele, cached, panduan lengkap budidaya ikan lele  alam tani, budidaya, perikanan, cara budidaya dan pembesaran ikan patin  natural nusantara, cached, budidaya ikan nila  cara budidaya  natural nusantara, cached, agrobisnis bali tv budidaya ikan hias koki  youtube, cached, budidaya ikan  lele sangkuriang  nila mujair, cached, budidaya ikan budidaya ikan koi  budidayakoiblogspotcom, cached, analisa usaha budidaya pembesaran ikan gurami  bibitikannet, analisa usaha, free download  mozilla firefox web browser, wwwmozillaorg, download firefox  the faster smarter easier way to browse the web and all of yahoo, budidaya ikan nila, teknik budidaya ikan cupang, budidaya ikan mas, teknik budidaya ikan koi, budidaya ikan lele, budidaya ikan lele sangkuriang, budidaya ikan koi, cara budidaya ikan mas


Setelah kolam berakhir dibuat, kolam tak bisa langsung diisi air dan benih ikan. Ada Beberapa faktor yang harus dipersiapkan terlebih dahulu hingga kolam sangatlah siap untuk digunakan. Persiapan ini bukan cuma berlaku untuk kolam baru melainkan juga harus dilakukan pada kolam yang telah lama dan tak jarang dipakai untuk pembudidayaan ikan.

Kolam bekas pembudidayaan harus disterilkan terlebih dahulu sebelum dipakai kembali, itu dikarenakan besar kemungkinan kolam tersebut tak sedikit mengandung mikroorganisme berbahaya yang bisa menyebabkan beberapa penyakit pada ikan. Persiapan kolam baru maupun kolam lama harus dilakukan dengan matang hinggakolam sangatlah siap dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Dalam kegiatan pembudidayaan ikan air tawar di kolam tanah maupun kolam tembok persiapan kolam adalah kegiatan harus yang harus dilakukan.

 Tahapan-tahapan mempersiapkan kolam pembudidayaan tersebut meliputi pengeringan kolam, pembetulan pematang  atau tanggul kolam, pengolahan tanah dasar kolam, pembetulan saluran pemasukan dan pengeluaran air, pemupukan dasar kolam dan pengapuran.

Berikut ini petunjuk dan tahap-tahap dalam mempersiapkan kolam untuk pembudidayaan ikan air tawar :

1.  Petunjuk Pengeringan Kolam

Pengeringan atau penjemuran dasar kolam adalah faktor yang harus dilakukan sebelum pembudidayaan dimulai. Pengeringan dasar kolam ini berfungsi untuk mensterilkan kolam dari bakteri pembusuk dan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya. Pengeringan ini juga berfungsi untuk membuang racun sisa dekomposisi dalamwaktu pembudidayaan sebelumnya.

Dengan kata lain, pengeringan ini dilakukan untuk membunuh atau mensterilkan kolam dari beberapa penyakit dan penyakit ikan. Pada kolam pemijahan, pengeringan dasar kolam dilakukan dengan tujuan supaya ikan bisa memijah. Kolam yang dikeringkan dalamwaktu beberapa saat kemudian diairi bakal mengeluarkan aroma tertentu yang disebut petrichor, aroma tersebut bisa merangsang induk ikan untuk memijah. Lama pengeringan 4 - 5 hari atau tergantung cuaca, apabila cuaca panas pengeringan bisa berjalan lebih cepat.

2.  Pembetulan Tanggul / Pematang Kolam

Untuk mencegah kerugian dampak kebocoran tanggul atau pematang, sebelum melakukan kegiatan pembudidayaan tanggul harus diperbaiki. Kebocoran pada tanggul kolam bisa terjadi itu disebabkan karena beberapa penyebab, yakni tanggul longsor atau runtuh dan ulah binatang air. Beberapa tipe binatang air yang seringkali merusak tanggul diantaranya adalah kepiting, belut atau binatang air lainnya. Tanggul atau pematang yang bocor bisa mengakibatkan kerugian yang tak sedikit, yakni air kolam tak tetap sama dan hilangnya benih ikan. Pada kolam tanah maupun kolam tembok tanggul harus dicek dan diperbaiki terlebih dahulu sebelum kegiatan pembudidayaan dilakukan.

3.  Pengolahan Tanah Dasar Kolam

Persiapan kemudian adalah pengolahan dasar kolam. Pengolahan dasar kolam ini cuma dilakukan pada kolam tradisional atau kolam semi intensif, yaitu kolam yang berlantai tanah. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan menangkul dasar kolam dengan kedalaman 10 - 20 cm. Pencangkulan dasar kolam berfungsi supaya tanah lebih gembur dan subur dan mempercepat berlangsungnya proses dekomposisi (penguraian) senyawa-senyawa organik dalam tanah jadi senyawa-senyawa yang beracun yang tersedia di dasar kolam bakal menguap.

 Tanah dasar kolam kemudian diratakan dan dibangun saluran atau kemalir ditengah kolam. Saluran atau kemalir ini berfungsi sebagai tempat berlindung benih ikan dari teriknya matahari dan untuk mempermudah waktu memanen ikan. Sehabis dicangkul kemudian dikeringkan atau dijemur dalamwaktu 4 - 5 hari.

4.  Pembetulan / Produksi Saluran Keluar dan Saluran Masuk Air

Selanjutnya adalah membikin atau melakukan pembetulan pada saluran keluar dan saluran masuknya air. Supaya benih ikan tak keluar kolam, pada saluran masuk dan saluran keluarnya air dikasih saringan.

5.  Pengapuran Dasar Kolam

Pengapuran dasar kolam alangkah baiknya dilakukan sehabis pengolahan dasar kolam. Dasar kolam yang telah dicangkul kemudian ditaburi kapur dengan-cara merata dan dicangkul lagi supaya kapur tercampur rata dengan tanah. Tujuan dari pengapuran ini adalah untuk menjaga pH tanah dan air masih stabil. Pengapuran juga berfungsi untuk membunuh penyakit dan penyakit. Beberapa tipe kapur yang bisa dipakai untuk pengapuran dasar kolam antara lain kapur karbonat (CaCO3 atau CaMg(CO3)) dan CaO (kapur tohor/kapur aktif).

Dosis pemberian kapur alangkah baiknya cocok sesuai dengan kebutuhan. Kapur tak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Apabila dosis kapur berlebihan bisa menyebabkan kolam tak subur, dan apabila kekurangan dasar kolam bakal berubah masam atau ber pH rendah. pH yang ideal untuk pembudidayaan ikan adalah netral, yaitu angka pH berada pada angka 7 - 8. Dosis kapur untuk pengapuran kolam antara 100 - 200 gram/m2 atau disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk lebih jelasnya berapa dosis kapur yang dibutuhkan alangkah baiknya pH tanah dasar kolam diukur terlebih dahulu. Terus rendah pH tanah dasar kolam maka terus tak sedikit kapur yang dibutuhkan.

6.  Dosis Kapur (Kapur Tohor (CaO)) pada Beberapa Tipe Tanah

Dosis kapur yang bakal ditebarkan harus cocok ukurannya itu disebabkan karena apabila berlebihan kapur bakal menyebabkan kolam tak subur, namun kenyataannya bila kekurangan kapur dalam kolam bakal menyebabkan tanah dasar kolam berubah masam. Sebagai acuan dalam memberikan kapur pada kolam pembudidayaan ikan bisa dilihat pada Tabel dibawah ini. Melainkanetapi ada juga para petani menggunakan_dengan dosis kapur berkisar antara 100 - 200 gram/m2 faktor ini dilakukan bergantung terhadap keasaman (nilai pH).

Dosis Kapur Tohor (CaO) per 100 m2 

Kondisis kolam   Tipe tanah berpasir   Tipe tanah pasir berlumpur   Tipe tanah lumpur berpasir   Tipe tanah berlumpur   

Kolam baru   25 kg   30 kg   40  kg   60 kg 
Kolam lama   15 kg   20 kg   30 kg   40 kg 

7.  Pemupukan Dasar Kolam

Persiapan kolam yang terbaru adalah pemupukan dasar kolam. Tujuan dari pemupukan dasar kolam adalah untuk menambah kesuburan kolam dan membenahi struktur tanah. Manfaat lainnya dari pemupukan dasar kolam adalah untuk menumbuhkan pakan alamiah ikan, yakni zooplankton dan phytoplankton. Tidakhanya itu pemupukan juga bisa menghambat peresapan air pada tanah-tanah gembur (porous).

Pupuk yang dipakai untuk memberikan dasar kolam tersebut yaitu pupuk organik dan atau ditambahkan pupuk buatan. Pupuk organik yang dimaksud itu adalah pupuk dari kotoran ternak (kotoran sapi, kerbau, kuda, ayam atau itik dan binatang lainnya). Pupuk kandang yang dipakai hendaknya yang telah lama atau telah dikeringkan. sehingga pupuk sudah bebar – bebar sempurna ( selesai proses pembusukannya). Tipe pupuk buatan yang bisa dipakai antara lain adalah pupuk nitrogen (urea, ZA), pupuk phosphor (TSP), pupuk kalium (KCl) dan pupuk NPK yang adalah perpaduan dari ketiga hara tunggal.

Dosis pupuk kandang juga bergantung terhadap kesuburan kolam ikan, biasanya adalah berkisar antara 100-150 gram/m2, namun kenyataannya bahwa untuk kolam yang memiliki kesuburan rendah bisa  ditebarkan kotoran ayam sebanyak 300 - 500 gr/m2 . Dosis yang dipakai ini untuk pupuk buatan biasanya bisanya hanya  berkisar antara 200-300 gram/m2. Kolam atau dipupuk menggunakan_dengan TSP dan Urea masing-masing sebanyak 10 gr/m2 dan kapur pertanian sebanyak 25 - 30 gr/ m2 atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan pada lahan. 7 - 10 hari kemudian kolam tersebut sudah siap untuk diairi.

8.  Irigasi Kolam

Setelah semua proses diatas diselesaikan, maka kolam sudah bisa diisi air. Kolam yang telah dikeringkan, dikapur dan di pupuk tersebut lalu diairi supaya pakan alamiah yang ada didalam  kolam tersebut tumbuh dengan subur. Irigasi ini harus dilakukan minimal 4 -7 hari sebelum benih ikan di tebar ke dalam kolam pemeliharaan agar supaya pakan alamiah tumbuh dengan sempurna.

Pertama kolam diisi air dengan kedalaman 15 - 20 cm, 4-7 hari kemudian ketinggian air ditambah sampai-pada 60 - 75 cm.

Sedangkan Tanda-tanda air kolam yang telah siap untuk di tebar benih ikan adalah apabila air telah berwarna kehijauan ( mengandung vitoplankton). Ketinggian air di kolam ikan inipun bergantung pada tipe kolam, untuk kolam pemijahan ketinggian air 0,75-1,00 m, kolam pemeliharaan 1-1,25 m. {Ref : MITALOM.COM}

Itulah tadi Sahabat Tani, sedikit uraian tentang Pengolahan dasar kolam dan Persiapan Sebelum Kolam diisi Air dan Ikan.

Oh ya kawan, sebelum anda meninggalkan halaman ini mungkin beberapa artikel yang sengaja kami pilihkan pada halaman di bawah ini mungkin juga sedang anda cari. Jika anda mungkin tidak sedang terburu buru saya akan merasa sangat gembira jika anda berkenan mampir dulu pada beberapa artikel yang telah saya pilih kan dibawah ini.

BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA CEPAT SUKSES DAN HASIL MELIMPAH

PEMBUDIDAYAAN IKAN DENGAN KERAMBA

Diposkan oleh : MUALIM 

Budidaya ikan adalah salah satu cara untuk mengembangbiakkan baik di kolam sawah sebagai mina padi maupun dengan keramba yang belum dikembangkan di semua daerah.
Budidaya ikan dalam keramba ini, timbul karena suatu kebetulan, yang semula dilakukan oleh pedagang ikan hidup di daerah Bandung untuk menampung ikan dagangannya yang belurn laku dijual. Ikan-ikan tersebut disimpan di dalam keramba dekat rumah mereka.

Akan tetapi ikan-ikan, tersebut , tetap hidup dan bahkan bertambah besar, sehingga hal ini menimbulkan niat para pedagang untuk membudidayakan ikan dalam keramba. Budidaya ikan dalam keramba ini juga dianjurkan untuk menunjang kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga. khususnya untuk daerah-daerah yang dekat dengan perairan untuk (sungai, danau dan rawa -rawa).
Budidaya ikan dalam keramba sangat berperan dalam membantu melestarikan sumber air ini di perairan umum, karena penangkapan yang dilakukan secara terus menerus akan mengganggu kelestarian di perairan tersebut. Penangkapan ikan pada umumnya dilakukan tanpa memperhatikan ukuran ikan. Dengan adanya sistim budidaya ikan dalam keramba, maka diharapkan anak-anak ikan yang ikut tertangkap akan dibudidayakan, sehingga akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan bila ditangkap waktu masih kecil. Secara garis besar, peranan budidaya ikan dalam keramba adalah :
  • Mendukung usaha peningkatan pembinaan sumber hayati di perairan umum.
  • Meningkatkan produksi ikan yang bernilai ekonomi tinggi serta memenuhi kebutuhan konsumsi ikan secara terus menerus.
  • Meningkatkan pendapatan Para petani ikan serta kesejahteraan petani ikan sepanjang tahun.
  • Menghindari adanya masa paceklik bagi para nelayan dimana pada musim barat para nelayan tidak dapat menangkap ikan.
  • Memperluas lapangan kerja bagi nelayan dan masyarakat secara umum.
Pemasangan Keramba
Bentuk keramba hanya dibedakan menjadi dua macam yaitu berbentuk empat persegi dan bundar panjang. Keramba berbentuk empat persegi maupun kotak, sebagai bahan pada umumnya dibuat dari bambu maupun papan. Bentuk bundar panjang, yaitu keramba menyerupai bubu pada umumnya dibuat dari bilah bambu.
Cara pemasangan atau penempatan keramba, secara umum , dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1) Keramba terendam secara keseluruhan. Pemasangannya direndam dalam air kurang lebih 20 Cm di bawah permukaan air. Keramba ini sesuai untuk perairan yang sempit dan tidak begitu dalam. Mempunyai tiga sisi, dua sisi melintang arus dan satu sisi sejajar arus.
2) Keramba terendam sebagian, kurang lebih 10 Cm berada di atas permukaan air. Mempunyai enam sisi, di mana terdiri dari empat sisi, dimana terdiri dari empat sisi memanjang dan dua sisi melintang, jenis keramba ini cocok untuk dipasang di perairan yang dalam dan luas seperti di sungai, danau, waduk dan rawa.
3) Keramba pagar berbentuk pagar keliling yang langsung ditancapkan ke dasar air. Keramba ini harus selalu digenangi air, baik pada waktu air pasang maupun air surut. Pada umumnya dikembangkan oleh penduduk yang tinggal di rumah terapung.
Jenis Ikan
Ada beberapa jenis ikan yang cukup potensial untuk dikembangkan dengan sistem budidaya keramba, diantaranya adalah:
  • ikan karper (Chprinus carpio L.). Jenis ikan ini sangat cocok untuk dikembangkan di daerah yang mempunyai ketinggian antara 150-600 meter di atas permukaan laut, dengan pH perairan antara 7-8, suhu maksimal untuk kehidupannya antara 20-25°C.
  • Kepadatan penebaran sebaiknya antara 30-50 ekor/M3 dengan ukuran ikan 50-80 gram/ekor: Dalam pemeliharaan selama 3-4 bulan, berat Wan bisa mencapai 300-500. gram/ekor, dengan catatan bahwa ikan tersebut juga diberikan makanan tambahan.
  • Ikan tawes (Punctius javanicus Blkr). Jenis ikan ini tumbuh dengan balk pada ketinggian antar 25-3°C. Padat penebaran ikan seberat 20 gram/ekor adalah, 190-125 ekor/M. Pada pemeliharaan selama 3-4 bulan dengan diberikan makanan tambahan dedak halus, beratnya bisa mencapai 300-500 ekor/M3 dengan benih ikan seberat 20 gram/ekor pada pemeliharaan 3-4 bulan, dengan diberikan dedak halus atau ampas tahu, beratnya bisa mencapai 200 300 gram/ekor.
  • Ikan mujair (Tilapia masambica). Jenis ikan, ini cocok dibudidayakan di daerah yang mempunyai ketinggian antara 0-1.000 meter di atas permukaan taut, dengan suhu maksimum antara 25-30°C. Padat penebaran dapat mencapai 500 ekor/M3 dengan benih ikan seberat 20 gram/ekor pada pemeliharaan 3-4 bulan, dengan diberikan dedak halus atau ampas tahu, beratnya bisa mencapai 200 -300 gram/ekor.
  • Ikan sepat siem (Trichogaster pectoralis egen). Ikan ini dapat hidup di dataran yang mempunyai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, dengan pH air antara 7 – 8 dan suhu maksimum antara 25 -35°C. padat penebaran ikan antara 25 – 35 ekor/M3 dengan ukuran panjang 9 Cm.
  • Ikan toman (Ophiocephalus micropeltres). ikan ini banyak dikembangkan di daerah Kalimantan. Termasuk lamban pertumbuhannya. Pada penebaran benih ikan dengan berat 300 gram/ekor adalah, antara .15-20, ekor/M3. Pada pemeliharaan selama 8 bulan ikan sudah dapat dipanen.
  • lkan gabus (Ophiocephalus striatus Blkr). Ada dua macam yaitu yang cepat tumbuh dan lambat tumbuh. Ikan gabus yang cepat tumbuh mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : warna sisik punggung abu-abu muda, bagian dada berwarna putih keperak-perakan. Ikan gabus hidup di air tawar dengan pH antara 4,5 – 6. Pada penebaran ikan gabus dengan berat 100 gram/ekor adalah antara 50-60 ekor/M3. Dalam pemeliharaan selama 3 – 5 bulan berat ikan bisa mencapai 500 gram/ekor. .
  • Ikan betok (Anabes testudineus block). to ini sangat tahan terhadap kekurangan oksigen dan juga air, Bahkan ikan ini dapat hidup dalam lumpur yang mengandung air antar 1 – 2 bulan. Pada keramba ukuran 2 x 2 x 2 M2 dapat ditebarkan benih sebanyak 800 ekor dengan berat 20 gram /ekor. Dalam waktu 6 bulan berat ikan dapat mencapai 400 gram/ekor.
  • Ikan gurami (Osphronemus gouramy L.). Hidup di air tawar. Daerah yang paling cocok adalah dengan ketinggian 50 – 400 meter di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum antara 40 – 60 ekor /M3. Dalam membudidayakan ikan ini perlu diberikan makanan tambahan selanq waktu 2 hari sekali dengan jumlah 15 – 20 % dari berat ikan total. Dalam waktu 3 -4 bulan, ikan ini sudah dapat dipanen.
Selain jenis-jenis ikan tersebut di atas, masih banyak lagi jenis ikan lokal lain yang dapat dikembangkan dengan sistem keramba.
Bila hendak mengembangkan ikan dalam keramba, kita tinggal menyesuaikan jenis ikan yang cocok untuk tempat tinggal kita masing – masing.

Filter kolam ikan yang baik dan benar

Cara membuat filter kolam ikan koi yang baik dan benar Mengapa harus ada filter di kolam ikan koi? Filter kolam ikan sangat penting bagi ...